Ketegangan (ilustrasi)

Keluar dari Yayasan Wakaf Paramadina Perihal Warta, Madinaonline.id Dinilai Sudah Tepat

JAKARTA, ICRP – Langkah Madinaonline.id keluar dari yayasan wakaf Paramadina dinilai tepat. Hal ini diutarakan mantan direktur Pusat Studi Islam (PSI) yayasan Wakaf Paramadina Mohammad Monib kala diwawancarai via telepon, Jumat (15/5) malam.

Ketegangan antara redaksi madinaonline.id dan Yayasan Wakaf Paramadina berawal dari pewartaan mengenai prosesi nikah beda agama yang berujung pada munculnya aksi kekerasan. Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Didik Rachbini mendesak redaksi untuk mencabut pemberitaan. Namun, pihak redaksi menolak untuk diintervensi. Walhasil, redaksi menyatakan keluar dari Yayasan Wakaf Paramadina.

“Dengan sikap yang diambil pengurusan yayasan, jelas pengurus yayasan sudah melenceng dari khittah Yayasan Wakaf Paramadina. Harus kita beri underline bahwa Paramadina adalah Cak Nur, Cak Nur adalah Paramadina. Cak Nur adalah ulama yang tidak memikirkan kepentingan politik. Beliau kembangkan gagasan Islam yang terbuka dan toleran” tegas Monib.

Monib menduga ketua yayasan terlalu mempertimbangkan suara mainstream dan mengesampingkan ide-ide yang diusung paramadina ketika awal berdiri. “Ini kesekian kalinya para pengurus yayasan keluar dari semangat mengembangkan gagasan-gagasan alternatif,” ujar lelaki yang kini menjabat direktur pelaksana Indonesian Conference on Religion and Peace ini.

Lebih lanjut, Monib menilai desakan Didik Rachbini pada pewartaan madinaonline.id menunjukan adanya kemunduran Yayasan Wakaf Paramadina. “Setuju, ini jelas kemunduran!” singkatnya kala ditanyai redaksi icrp-online.org perihal sikap ketua yayasan wakaf paramadina yang menolak pemberitaan nikah beda agama oleh madinaonline.id.

Untuk diketahui bersama,  redaksi madinaonline.id semata memberikan pandangan alternatif terhadap pernikahan beda agama. Hal ini disampaikan oleh redaksi madinaonline.id sendiri. “Redaksi Madina menurunkan rangkaian tulisan itu bukan untuk mendorong pembaca melakukan pernikahan beda agama,” tulis redaksi dalam website madinaonline.id.

Dalam postingan di website, madinaonline memberikan argumentasi-argumentasi mengenai pewartaan nikah beda agama.

“Kondisi ini membuat saya kian khawawtir dengan  Paramadina,” ucap Monib yang gigih mendorong reformasi Yayasan Wakaf Paramadina.

Akankah Paramadina tenggelam dengan derasnya suara Islam intoleran?

1.679 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

one × 3 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>