divisi perempuan icrp

ICRP Konsolidasikan Jaringan Perempuan Lintas Iman

Jakarta, ICRP – Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) melakukan konsolidasi jaringan perempuan lintas iman di Indonesia, Kamis (7/5/2015). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat jaringan perempuan dari berbagai agama dan kepercayaan.

Ketua Yayasan ICRP, Musdah Mulia, dalam kesempatan tersebut menyatakan jaringan perempuan lintas iman ini sangat diperlukan untuk menyikapi berbagai hal terkait persoalan perempuan yang terjadi.

“ICRP menjadi tempat yang strategis untuk membentuk jaringan Perempuan lintas iman. Sebab ICRP adalah rumah bersama agama-agama dan kepecayaan. ICRP mempunyai link dengan 20 agama dan 200 kepercayaan. Banyak hal dalam masyarakat kita Perempuan tidak dilibatkan,” ungkap Musdah.

Jaringan perempuan lintas iman ini dikoordinatori oleh Justina Roostyawati, Mantan Komisioner Komnas Perempuan dan sekarang menjadi presidium Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI).

Ilma Sofrianti, salah satu anggota berpendapat, persoalan yang sering luput dari perjuangan perempuan adalah soal masa depan anak. Masyarakat sering luput perhatian terhadap anak-anak korban kekerasan atas nama agama. Mereka juga mengalami stres dan trauma sehingga butuh penanganan khusus. Peringatan Hari Anak Nasional pun sama sekali tidak melihat anak korban diskriminasi agama. Namun, ICRP telah melakukan inisiatif bersama Yayasan Pulih, ANBTI, dan LBH Jakarta membuat peringatan hari anak nasional untuk anak minoritas agama.

Hal senada diungkapkan oleh Nia Syarifudin dari Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), menurutnya peran perempuan sangat strategis. Terutama dalam beberapa kasus kekerasan dan diskriminasi perempuan memilik potensi untuk meredakan suatu konflik.

“Gerakan Perempuan agak lebih maju karena punya pengalaman sejarah yang panjang. Gerakan Perempuan punya peran strategis  dalam isu perdamaian. Dalam beberapa kasus Perempuan lebih potensial untuk meredakan konflik”, kata Nia.

Pertemuan menyepakati beberapa hal, di antaranya adalah memperkuat konsolidasi jaringan mitra perempuan di Indonesia, membuat forum anak minoritas, penguatan kapasitas dan peran keluarga, penguatan dan membangun perspektif pendidik, serta melakukan advokasi terhadap kebijakan diskriminatif.

 

 

1.639 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

10 − 8 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>