Dalai Lama

Dalai Lama Desak Suu Kyi Bersuara untuk Rohingya

NEW DELI, ICRP – Dalai Lama mendesak sosok pejuang demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi untuk bersuara bagi muslim Rohingya. Demikian sebagaimana dilaporkan sebuah surat kabar pada kamis di tengah-tengah krisis “manusia perahu” asal Rohingya di perairan Andaman hingga kawasan Asia Tenggara.

Pemimpin spiritual agama Budha Tibet ini membuat pernyataan pada sebuah surat kabar di Australia bahwa dunia tidak boleh diam saja melihat 3000 pengungsi yang telah tiba di pantai-pantai Indonesia, Malaysia dan Thailand dalam beberapa minggu ini. Acapkali, Dalai Lama menduga para imigran ini pada akhirnya menjadi korban dari human trafficking.

“Tidaklah cukup semata berujar : bagaimana menyelematkan orang-orang ini (orang Rohingya)?” kutip surat kabar itu dalam sebuah interview dengan Dalai Lama di pengasunginnya. “Ini saja tidak cukup. Ada yang salah dengan cara berpikir kemanusiaan kita. Pada akhirnya membuat kita kurang pduli pada kehidupan yang lain,  kesejahteraan orang-orang lain,” sambung Dalai Lama.

Para pengungsi memang merupakan kumpulan orang-orang miskin Bangladesh yang mencari kerja serta orang-orang Rohingya yang lari dari persekusi di Myanmar. Dalai lama mengakui telah berdiskusi dengan Suu Kyi berkenaan dengan muslim Rohingya.

“Saya telah membicarakan problem ini (dengan Suu Kyi) dan dia mengaku menemui sejumlah kerumitan. Masalahnya tidak sesederhana itu, tapi amat rumit,” ujar Dalai Lama mengutip percakapannya dengan Suu Kyi. “Meski demikian, saya merasa yakin Suu Kyi mampu melakukan sesuatu,” tambahnya.

Suu KYii menjadi pahlawan bagi dunia internasional setelah bertahun-tahun menjadi tahanan rumah. Pemenang hadiah nobel perdamaian ini lalu masuk ke kancah politik pada tahun 2010 seusai menjalani hukuman dari junta militer Myanmar.

Namun, posisi Suu Kyi terlihat bimbang menyikapi persoalan Rohingnya. Di Negeri yang mayoritas beragama Budha ini,Suu Kyi masih menutup rapat mulutnya. Beberapa pandangan menduga bahwa pembelaan atas Rohingya, akan mempersulitnya mendapat dukungan untuk jadi presiden

(huffingtonpost.com)

1.134 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

eight + 17 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>