Tokoh Lintas bersama Pak Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin usai Berdialog

Tokoh-Tokoh Lintas Iman dan ICRP Bersilaturahmi dengan Menag

JAKARTA, ICRP – Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dan sekitar 30 tokoh lintas iman bersilaturahmi dengan menteri agama Lukman Hakim Saifudin. Dalam pertemuan di kediaman menteri agama di Jalan Chandra Wijaya III no. 9 Jumat (29/5) sejumlah isu dibincangkan. RUU Perlindungan Umat Beragama (PUB) nampak menyita waktu terbanyak dalam pertemuan kali ini

“Kami mengucapkan terimakasih pada pak menteri yang menyediakan waktunya untuk berdialog bersama kami. Dalam silaturahmi kali ini, salah satu hal yang ingin kami bincangkan ialah mengenai RUU PUB,” ucap ketua umum ICRP Ulil Abshar Abdalla mengawali dialog.

Menanggapi Ulil, politisi asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku RUU PUB bukan perkara sederhana. “RUU ini memang tidak sesederhana itu, kami akui. saya butuh masukan rekan-rekan. semoga dengan beragamnya tokoh-tokoh yang hadir memberikan masukan yang juga beragam,” tutur Lukman Hakim Saifudin.

Berdasar pertemuan sebelumnya dalam FGD dengan biro hukum kemenag ,Peneliti Biro LitKom Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Trisno Sutanto berharap menag menilai ada beberapa poin di RUU PUB yang menuai perdebatan yang tidak perlu.

Trisno menekankan pentingnya RUU PUB untuk tidak melepaskan semangat keberagaman. “Keberagaman harus dihormati dan dijunjung tinggi,” ucap Trisno

“Persoalan terpenting adalah menjamin hak-hak sipil warga negara apapun etnis dan agamanya,” sambung Trisno.

Lebih lanjut, Trisno meminta pada menag agar konsitusi  menjadi landasan dalam RUU PUB. Pasalnya, sejumlah UU seperti UU Sistem Administrasi Penduduk (Adminduk), dinilai acapkali membuat diskriminasi terhadap keyakinan tertentu di tanah air.

“Penghayat kerap mengalami pembedaan pelayanan oleh negara, seolah ada agama yang belum diakui. Sehingga mereka dinafikan untuk mendapatkan hak-hak warga negara” ucap Trisno.

Zafrullah Pontoh berharap dalam RUU PUB ini juga memasukan klausul mengenai ujaran kebencian (hate speech). Ketua Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) ini meyakini masyarakat Indonesia pada dasarnya adalah orang-orang yang tidak suka bermusuhan. “Konflik di bangsa ini yang menimbulkan kekerasan muncul karena adanya provokasi kebencian,” kata Zafrullah Pontoh.

Selain masukan-masukan yang dilontarkan, apresiasi pun diberikan pada menag. Apresiasi ini diucapkan oleh tokoh senior toleransi antar umat beragama Elga Sarapung. “Saya ingat tahun lalu waktu kita buka bersama di sini. Saya kira itu baru pertama kali orang-orang yang acapkali disesatkan diajak berdialog,” ujar Elga.

Perempuan yang juga menjabat sebagai direktur eksekutif DIAN Interfidei ini merasa senang acara bukber itu terus dilanjutkan dengan sejumlah Forum Group Discussion (FGD). “Kami ingin duduk bersama bersama bapak untuk mencari solusi. Karena pada intinya usaha ini adalah semata-mata untuk bangsa,” ucap Elga penuh semangat.

Agamawan Katolik Romo Agus juga berujar dengan nada yang serupa. “Kita memang perlu menag yang jenis ini,” ujar Romo mengutip kata-kata para uskup dalam sebuah pertemuan. Romo Agus menilai Lukman Hakim Saifudin sebagai sosok yang terbuka dan mau untuk berdialog dengan masyarakat sipil.

Romo Agus menilai itikad pemerintah untuk mengusulkan RUU ini merupakan hal yang patut diapresiasi. “RUU ini ada sebagai upaya untuk menyikapi permaslaahan yang muncul dari kehidupan antar umat beragama,” ucapnya.

Selain itu, Romo Agus mengingatkan menteri untuk tetap jeli mengawal RUU PUB. “Jangan sampai ada pihak yang terdiskriminasi dalam RUU ini,” tegasnya.

Pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini nampak hangat sekali. Lukman Hakim Saifudin yang memakai kemeja putih lengan panjang sore itu dengan sabar merespon curhatan para tokoh lintas iman.

1.182 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

two + eighteen =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>