Hukum Cambuk di Aceh (Ilustrasi)

Ketua Umum ICRP Soroti Perkembangan “Hukum Agama” di Aceh

Kian rigidnya “penegakan hukum agama” di Aceh menjadi perhatian serius ketua umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP). Dalam akun twitternya (@ulil) Ulil Abshar Abdalla, Minggu (7/6) menyatakan kegelisahannya atas perkembangan di provinsi yang dikenal dengan Serambi Mekkah itu.

“Islam hanya akan menjadi agama yg citranya bagus jika ajaran2nya dilaksanakan oleh umatnya lewat ketaatan yg ikhlas. Bukan dipaksakan,” kata Ulil dalam media sosial yang menggunakan maksimal 140 karakter itu.

Penegakan hukum agama via negara, Ulil khawatirkan, justru akan kontraproduktif bagi anak-anak muda dalam memahami agama.  “Percayalah, Islam yg dipaksakan lewat perda atau qanun hanya akan membuat anak2 muda menjauh dari Islam,” cuit Ulil.

Semestinya, kata Ulil, jika ingin agama diterima di anak-anak muda maka perlu pendekatan yang lebih ramah bukan jalur politik. “Anak2 muda akan tertarik pd Islam jika Islam diajarkan dg pendekatan yg simpatik. Bukan dg melarang mereka pakai jeans, misalnya,” tambah menantu Gus Mus ini.

Menurut Ulil pemda Aceh tidak belajar atas apa yang terjadi di Arab Saudi. “Lihatlah contoh Saudi. Di dalam negeri warga Saudi kelihatan taat atas ajaran Islam. Begitu sampai di Indonesia, tingkahnya lain…Sudah menjadi rahasia umum, tempat yg paling diminati turis Saudi adalah Puncak. Kenapa, anda tahu sendiri,” ketik Ulil.

Lebih dari itu, Ulil memaparkan penegakan “hukum agama” lewat politik seperti di Arab Saudi justru membuat sebuah kekecewaan mendalam terhadap agama pada anak-anak muda di tanah kelahiran nabi Muhammad ini. “Sekarang ini, di Saudi ada gejala anak2 muda menjadi ateis, karena muak melihat Islam yg dipaksakan lewat negara,” tulis lulusan LIPIA ini.

Ulil menduga adanya ledakan gelombang atheisme di Arab Saudi karena muak dengan kemunafikan rezim “agama” di negeri itu. “Saya menduga, ledakan ateisme di Saudi ini disebabkan muaknya anak2 muda Arab atas praktek Islam ala salafi di Saudi yg sarat kemunafikan,” cuit Ulil lagi.

Atas apa yang terjadi di Arab Saudi, Ulil khawatir apa yang terjadi di Aceh sekarang juga menimbulkan gejala yang serupa sebagaimana kini di tanah kelahiran nabi Muhammad ini. Ia berharap apa yang terjadi di Saudi menjadi pelajaran serius bagi muslim di tanah air.

“Contoh Saudi harus menjadi pelajaran bagi kita semua: melaksanakan Islam dg “norak” justru menjadi “boomerang” bagi anak2 muda,” tutup Ulil.

 

1.180 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

nine + 16 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>