Paus Francis

Kunjungi Sarajevo, Paus Franciskus: Ciptakanlah Perdamaian!

SARAJEVO, ICRP – Paus  Franciskus mendengarkan kisah pilu perang saudara Bosnia pada tahun 90an dan lambatnya proses penyembuhan luka-luka korban kala mengunjungi Sarajevo Sabtu (6/6). Ia mendesak umat Islam, Kristen Ortodoks, dan Katolik untuk menanggalkan masa lalu mereka dan bekerjasama untuk masa depan yang damai.

Ribuan warga Bosnia gegap gempita menyambut pemimpin Gereja Katolik ini sepanjang kota yang dihuni 300.000 muslim dan 65.000 lainnya yang kebanyakan adalah Katolik. Pada kesempatan itu, Paus Franciskus memang diagendakan untuk ke beberapa lokasi di antarnya, Istana kepresidenan, katedral katolik, dan Stadium Sarajevo.  Ada hal yang menarik dengan dengan Stadium Sarajevo.  Lokasi ini  sempat diapakai Paus John Paul II menyampaikan pidato rekonsialisasi di negeri itu pada tahun 1997.

Paus Franciskus mengaku ia mengunjungi Sarajevo sehari penuh dalam rangka untuk mendorong proses rekonsiliasi dan perdamaian di Bosnia.

Momen paling mengharukan adalah ketika dua orang pastur dan seorang biarawati mengatakan pada Paus Franciskus pengalaman mereka ketika terjadi perang saudara tu. Ketiga agamawan Katolik  ini mengaku sempat diculik, disiksan dan dibuat kelaparan oleh tentara-tentara muslim dan Kristen ortodoks. Bahkan, kata mereka, tak jarang mendapat ancaman mati. Tersentuh atas cerita ini, Paus Franciskus membungkukan diri pada salah seorang mereka dan memintakan rahmat Tuhan bagi mereka.

Paus Franciskus berujar dalam pertemuan dengan para pastur dan biarawati di Katedral Sarajevo hari itu agar tidak pernah melupakan kekejaman yang menimpa mereka. Tapi, Franciskus menekankan, hal itu bukan untuk jadi alasan membalas dendam, melainkan menunjukan kekuatan untuk memaafkan.

Sarajevo pada masa lampau dikenal sebagai “Yerusalem di Eropa” karena kehidupan damai antara muslim, Kristen, dan yahudi. Namun, konflik yang meledak pasca kejatuhan Yugoslavia pada tahun 90an membuat setengah populasi di Bosnia berlarian. Sekurangnya 100.000 nyawa melayang dalam perang saudara itu.

Alma Mehmedic, seorang muslim muslim berumur 55 tahun yang menanti kehadiran Franciskus di luar gedung kepresidenan hari itu mengatakan bahwa masyarakat Bosnia membutuhkan perdamaian dan menerima pesan-pesan pemimpin agama Katolik itu. “Saya hadir hari ini untuk memberikan cinta dan menerima cinta,” tambahnya.

“Tidak akan lagi ada perang!” tegas Franciskus dalam pertemuannya di Stadium Sarajevo yang disambut tepuk tangan oleh hadirin. Ia meminta warga Bosnia untuk menciptakan perdamaian. Bukan semata berdoa, kata Franciskus, namun juga lewat tindakan, sikap, perilaku yang ramah, bersaudara, dan dialog penuh kasih sayang.

“Mir yama! (Keselamatan bagi kalian)” ucap Franciskus mengulangi kata itu berkali-kali. “Ciptakanlah perdamaian, Bekerjalah untuk Perdamaian bersama-sama sehingga negeri ini menjadi sebuah negeri yang penuh  perdamaian,” ujar pemimpin agama Katolik asal Argentina itu.

(sumber : Huffingtonpost.com)

914 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

four × five =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>