Malala Yousafzai

Malala Minta Para Pemimpin Dunia Bersuara untuk Rohingya

Malala Yousafzai meminta para pemimpin dunia dan pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

“Orang-orang Rohingya berhak mendapat kewarganegaraan di negeri dimana mereka lahir dan hidup  secara turun menurun. Mereka berhak mendapat hak dan kesempatan-kesempatan yang sama,” ujar pemenang nobel perdamaian itu, pada Senin (8/6). “Mereka berhak diperlakukan sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan penuh penghormatan,” sambungnya.

Karena kehilangan hak-hak kewarganegaraan dan menjadi sasaran kekerasan serta diskriminasi, etnis Rohingya telah melarikan dari Myanmar akhir-akhir in. Ribuan pengungsi yang menggunakan perahu berhasil diselamatkan oleh negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

 

Pemerintah Myanmar telah menepis dugaan dunia internasional bahwa etnis Rohingya mengalami persekusi di negeri yang mayoritas beragama Budha itu. Meski demikian sejumlah organisasi pemerhati HAM internasional seperti Amnesty Internasional dan Human Rights Watch secara gamblang menentang persekusi terhadap etnis Rohingya. Badan Penanggulangan pengungsi PBB telah menyatakan bahwa etnis Rohignya sebagai salah satu minoritas yang paling mengalami kekerasan di dunia.

 

Malala Yousafzai adalah seorang pemerhati pendidikan dan aktivis hak-hak perempuan. Gadis berumur 17 tahun ini mendirikan sebuah organisasi bernama Malala Fund. Pendirian organisasi ini  stelah Ia selamat dari upaya pembunuhan oleh Taliban pada tahun 2012. Malala dikenal sebagai sosok gadis pemberani yang mengkampanyekan ide-ide prgresif.

 

Sejauh ini Malala Fund bergerak dalam memberikan bantuan pada gadis-gadis di Pakistan, Kenya, Sierra Leone, dan Nigeria.  Malala Yousafzai sendiri kini kian terlibat dalam upaya-upaya pertolongan terhadap pengungsi sekaligus aktif membantu pendidikan bagi para pengungsi Suriah di Yordania dan Lebanon.

 

“Hari ini, dan setiap hari, Saya berada di sisi Rohingya…dan saya berharap orang-orang dimanapun juga melakukan hal yang serupa,” ujar Malala dalam sebuah pernyataan.

(sumber : Huffingtonpost.com)

1.672 views

One comment

  1. setiap makluk hidup berhal atas dunia ini,apalagi manusia yg telah diberikan hak atas kehidupanya.semoga pemimpin dunia ,kepala negara bisa menerimah mereka apapun suku bangsa ,agama mereka setiap manusia berhak atas dunia ini dan juga diberikan kewajiban untuk melestarikan dunia bukan menghancurkanya.GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

13 + seventeen =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>