Bikkhu ini Kagum Pesantren, Mengapa?

Suhu Phap Lu, Bikkhu asal Amerika Serikat memberikan kenang-kenangan buku kepada pengasuh Pondok Pesantren Nurul Mukhlisin, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (5/5/15).

Suhu Phap Lu, Bikkhu asal Amerika Serikat memberikan kenang-kenangan buku kepada pengasuh Pondok Pesantren Nurul Mukhlisin, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (5/5/15).

Bekasi, ICRP РSejumlah Bikkhu dari komunitas Plum Village, Perancis mendatangi Pesantren Nurul Mukhlisin, Bekasi, Jumat (5/6/2015). Para Bikkhu ini kagum melihat pesantren yang sangat terbuka dan toleran.  Empat Bikkhu yang mengunjungi pesantren adalah Brother Phap Luu asal Amerika Serikat, Brother Phap Dung asal Vietnam, Brother Nyanayasha dan Mahasamadi dari Indonesia. Mereka berdialog dengan perwakilan pengasuh pondok pesantren, Bunda Nurul Huda dan Ustadz Hamim NH.

Para Bikkhu juga melihat bagaimana para santri belajar mengahafalkan al-Qur’an di masjid, belajar pentas seni hadrah dan marawis, serta melihat kondisi tempat tidur dan tempat kegiatan lain di pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Nurul Huda menyatakan sangat senang dengan kunjungan para Bikkhu tersebut. Menurutnya, pesantren Nurul Mukhlisin terbuka dengan siapapun yang ingin silaturrahim dan berbagi pengetahuan.

Para Bikkhu sedang berdialog dengan Syaikh Amran, Ustadz dari Mesir yang mengajar di Pesantren Nurul Mukhlisin, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (5/5/15)

Para Bikkhu sedang berdialog dengan Syaikh Amran, Ustadz dari Mesir yang mengajar di Pesantren Nurul Mukhlisin, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (5/5/15)

Hal senada diungkapkan oleh Ustadz Hamim NH. Menurutnya, beberapa kali

umat agama lain datang ke pesantren, berdialog dan melaksanakan kegiatan kerjasama. Hal tersebut, menurut Ustadz Hamim, akan menumbuhkan jiwa toleransi dan persaudaraan kepada para santri.

Menurut Ustadz Hamim, salah satu ciri khas dari pesantren Nurul Mukhlisin ini adalah mengembangkan ecopesantren dan semangat wirausaha kepada para santrinya.

“Pesantren ini selain mengajarkan ilmu-ilmu agama seperti pesantren lainnya, kami juga mengajarkan para santri untuk menjadi wirausaha. Tidak untuk mencari kerja, tapi membuat pekerjaan” tegas Ustadz Hamim.

Pesantren Nurul Mukhlisin, merupakan pesantren yang dibangun 3 tahun lalu, di bilangan Setu, Bekasi. Dipimpin oleh Kyai Nurul Huda, pesantren ini bermula dengan mendidik puluhan anak-anak kurang mampu disekitar lokasi pesantren.

Para Bikkhu sedang menyaksikan para santri berlatih seni Hadrah

Para Bikkhu sedang menyaksikan para santri berlatih seni Hadrah

 

“Para Bikkhu sangat tersentuh dan kagum dengan keramahan pengasuh pesantren dan kesopanan para santri” tegas Suhu Mahasamadi.

2.069 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

three × four =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>