FPI Geruduk Ahmadiyah Tebet, Berikut Kronologinya

Jakarta, ICRP –  Ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi rumah di Jalan Bukit Duri Tanjakan Batu No 13, RT 2 RW 8, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan yang diduga menjadi markas Jemaah Ahmadiyah. Masa meminta jemaah untuk keluar dan mengosongkan rumah dijadikan sebagai mushalla tersebut.

Anggota dan pengurus Jemaah Ahmadiyah yang sedianya akan melaksanakan Shalat Jumat dirumah tersebut bersedia untuk keluar. Karena tidak bisa kembali masuk ke dalam rumah, belasan Jemaah Ahmadiyah pun melaksanakan shalat jumat di jalanan dekat rumah tersebut.

Berikut kronologi kejadiannya di kutip dari mediacenter JAI:

Masa berjaga-jaga di sekitar lokasi

Masa berjaga-jaga di sekitar lokasi

Pukul 10.30. Pak Lurah Mardi Youce, Bu RW Azhari, Ustadz Syakir, DPD FPI Jaksel Habib Fadri, dan beberapa warga sudah berumpul di depan pagar Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri.

Pukul 10.35. Mereka mulai memasuki halaman Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri.

 

DPD FPI Jaksel Habib Fadri. (Media Center JAI)

DPD FPI Jaksel Habib Fadri. (Media Center JAI)

Pukul 10.40. DPD FPI menanyakan kepada Diantono apakah benar Jamaah Muslim Ahmadiyah akan melakukan shalat jumat di Bukit Duri. Diantono bersikeras untuk tidak menjawab sebelum ada Ketua Jamaah Muslim Ahmadiyah Jaktim Aryudi. Namun karena dipaksa untuk berbicara, akhirnya Diantono menjawab bahwa telah memberikan pemberitahuan sebelumnya ke Polda.

Habib Fadri menyampaikan bahwa warga “Menolak aktivitas apa pun yang berbentuk agama ataupun ibadah.” Habib Fadri, mewakili warga Bukit Duri, menyampaikan bahwa “Harga mati! Tidak ada ibadah di sini!”

Pukul 10.55. Lurah Mardi, Bu RW Azhari, Ustadz Syakir, Habib Fadri, dan beberapa warga meninggalkan halaman Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri.

Pukul 11.00. Ketua Jamaah Muslim Ahmadiyah Jaktim Aryudi masuk ke dalam rumah Diantono, bertemu dan berbicara dengan beberapa orang perwakilan dari pemerintah—Polda, RT, RW, dan Kelurahan. Mereka menyampaikan agar Jamaah Muslim Ahmadiyah ikut menjaga keamanan Bukit Duri.

Pukul 11.30. Spanduk yang terpasang di dekat tempat JAI Bukit Duri dipindahkan ke depan pagar tempat Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri hingga menutupi pintu masuk.

Pukul 11.35. Ketua Jamaah Muslim Ahmadiyah Jaktim meminta agar spanduk tersebut dilepas namun malah ditanyakan KTP apakah warga Bukit Duri atau bukan. Kemudian datang Muballigh Diantono dan isterinya, kembali meminta untuk melepaskan spanduk yang telah terpasang namun tetap tidak dipedulikan hingga terjadi adu mulut dan tarik-menarik spanduk.

Pukul 11.40. Anggota-anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah mulai datang ingin memasuki tempat JAI Bukit Duri namun dihalangi di depan pagar. Hingga beberapa orang pemuda membentuk barisan agar tidak ada Anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah yang bisa masuk ke dalam.

Pukul 11.45. Terjadi adu mulut dan saling dorong antara anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah dengan orang yang berbaris menghalangi di depan pagar. Anggota berusaha masuk ke dalam namun tetap dihalangi.

Pukul 12.00. Memasuki waktu Ṣalāt Jumat, Anggota-anggota kembali untuk tetap berusaha bisa melakukan Ṣalāt Jumat di dalam namun tetap terus dihalangi, hingga akhirnya memutuskan untuk ṣalāt di jalan depan tempat Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukti Duri. Mereka tetap menghalangi dan berniat untuk memarkir mobilnya di depan tempat Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri agar anggota tidak dapat melakukan shalat jumat.

Pukul 12.05. Jamaah Muslim Ahmadiyah mengumandangkan adzan. 12 jamaah dipimpin oleh Muballigh Diantono memulai melakukan Ṣalāt Jumat di jalan depan tempat Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri.

Maulana Muhammad Diantono memberikan Khotbah Jumat. (Media Center JAI)

Maulana Muhammad Diantono memberikan Khotbah Jumat. (Media Center JAI)

Pukul 12.10. Muballigh Diantono mulai menyampaikan khotbah.

Pukul 12.20. Khotbah selesai kemudian melakukan Ṣalāt Jumat.

Pukul 12.28. Jamaah Muslim Ahmadiyah telah menyelesaikan Ṣalāt Jumat.

Pukul 12.30. Masjid Al-Islah selesai melakukan Ṣalāt Jumat.

Pukul 12.33. Beberapa Anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah langsung meninggalkan lokasi dan Pak Dian serta beberapa anggota lainnya kembali ke dalam Tempat Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri. Pemuda yang berbaris didepan pagar sudah tidak menghalangi hanya berdiri saja.

Pukul 12.35. Spanduk yang terpasang di pagar tempat JAI Bukit Duri dilepas. Ketua JAI Jaktim melakukan wawancara dengan beberapa reporter stasiun TV di jalan depan tempat JAI Bukit Duri.

Jalanan di sekitar tempat Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri bertambah ramai, Ustadz Syakir datang dan terjadi adu mulut serta aksi dorong-mendorong dengan massa. Hingga akhirnya, Ketua Jamaah Muslim Ahmadiyah Jaktim kembali ke dalam tempat Jamaah Muslim Ahmadiyah Jaktim.

Beberapa orang memasuki halaman tempat JAI Bukit Duri hingga pagar tempat Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri roboh. Polisi menyuruh Anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri yang bukan warga setempat untuk meninggalkan lokasi.

Pukul 12.38. Wira dari KontraS meninggalkan lokasi. Anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah yang bukan warga Bukit Duri meninggalkan lokasi. Massa mengerubungi Anggota-anggota yang ingin meninggalkan lokasi. Ada satu Anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah yang terkena sundutan rokok oleh massa.

Pukul 12.50. Polisi membubarkan massa. Spanduk dipasang kembali ke jalan dekat tempat Jamaah Muslim Ahmadiyah Bukit Duri, tempat semula spanduk terpasang.

 

3.009 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seventeen + 8 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>