Nikah Beda Agama (ilustrasi)

Pernyataan Sikap ICRP Terhadap Putusan MK Atas JR UU No 1/1974 Tentang Perkawinan

Menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi  yang menolak  Judicial Review (JR) UU Perkawinan  no. 1/1974, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) menyampaikan sejumlah sikap berikut ini;

Pertama, Dengan ditolaknya JR tersebut maka ada dua akibat penting:

  1. Usia minimal perkawinan untuk perempuan tetap dipertahankan seperti semula yaitu 16 tahun. Hal ini berarti perempuan yang masih berusia sangat dini yaitu 16 tahun boleh dinikahkan.
  2. Dengan ditolaknya JR tersebut pernikahan beda agama (PBA) semakin dipersulit untuk dilaksanakan.

Kedua, ICRP dengan amat mendalam menyatakan sedih atas putusan MK tersebut dengan berbagai alasan;

  1. Keputusan MK ini berlawanan dengan UU no. 23/2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 ayat 1 yang berbunyi “Anak-anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (Delapan Belas) tahun, termasuk anak yang masih di dalam kandungan”. Dengan kata lain keputusan MK ini secara tidak langsung melegitimasi pernikahan dini yang jelas membawa pengaruh buruk baik pada pasangan maupun bagi keluarga.
  2. Keputusan MK ini juga mempersulit pasangan PBA untuk melaksanakan pernikahan yang sah dan tercatat oleh negara. Dengan kata lain keputusan MK ini tidak memperhitungkan kepentingan publik yang secara nyata memerlukan landasan hukum untuk pernikahan beda agama.
  3. Keputusan MK tersebut tidak menempatkan negara sebagai lembaga politik yang netral terhadap kepercayaan warga negara. Sebab : warga negara yang memiliki keyakinan secara keagamaan bahwa PBA diperbolehkan, tidak mendapatkan perlindungan dari negara. Dengan kata lain negara hanya melindungi kepentingan mayoritas seraya mengabaikan kepentingan sebagian yang memiliki pandangan berbeda mengenai PBA.

Ketiga, Semangat keputusan MK ini tidak berpihak sama sekali kepada wacana kerukunan, harmoni, dan dialog antar agama. Sementara melihat keadaan sosial keagamaan saat ini kita justru membutuhkan penguatan wacana-wacana tersebut.

Keempat, Karena putusan MK bersifat final maka jalan berikutnya yang tersisa adalah mendorong DPR melakukan revisi terhadap UU no. 1/1974 tentang perkawinan, begitu rupa sehingga menampung kepentingan sebagian warga negara yang menghendaki landasan hukum yang jelas bagi PBA.

 

Jakarta, 19 Juni 2015

Mengetahui,

 

 

Ulil Abshar Abdalla

Ketua Harian ICRP

5.626 views

5 comments

  1. Putusan ini kemungkinan mengakibatkan munculnya istilah “Agama KTP” dimana seseorang berpindah agama secara “KTP” hanya untuk bisa menikah, sementara ibadahnya tentunya tetap mengikuti agama sesuai keyakinan masing-masing, bukan agama yang tercantum dalam KTP. Akhirnya, istilah agama KTP jadi kenyataan.

  2. Masalahnya persepsi anak2 dan dewasa itu tidak mesti diukur dg umur. Anak perempuan yg usia 15 thn aja ada yg sdh mentruasi yg dlm fiqih Islam sdh dewasa. Sedangkan yg lainnya usia segitu msh dianggap anak2.

  3. Andai saja gugatan itu disetujui oleh MK kemarin maka benca besar akan terjadi di indonesia saat ini, orang belum ada aturan yang jelas saja sudah banyak yang melakukan pernikahan beda agama bagai mana kalau sudah di sahkan maka akan semakin kacau. uamat islam wajib bersyukur atas keputusan ini walaupun orang-orang liberal agak sedikit sewot, coba kita bayangkan andai ini kemarin terjadi apa yang akan terjadi kepada anak-anak, adik-adik, kakak-kakak, perempuan kita khususnya karen dalam masalah ini tidak ada perbedaan pebdapat mengenai haramnya pernikahan beda agama dimana mempelai laki-lakinya non muslim itu harom bagi orang islam, namaun kalau dalam kasus mempelai laki-lakinya islam masi ada juga sebagian ulamayang membolehkan, melihat alasan yang digunakan ICRP sungguh sanggat liberal bagi kalangan umat beragama.

  4. setuju dgn angelwing..
    untuk diakui secara hukum,, masak iya mau nikah mesti ganti KTP?? habis itu balik lagi ke agama semula?
    kok sepertinya mempermainkan negara?

Leave a Reply to sani yo Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

10 − 8 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>