ALL MY CHILDREN - Tamara Braun (Reese), Eden Riegel (Bianca) and Lynnda Kaye Ferguson (Minister) in a scene that airs the week of February 16, 2009 on ABC Daytime's "All My Children."  "All My Children" airs Monday-Friday (1:00 p.m. - 2:00 p.m., ET) on the ABC Television Network.     AMC09
(ABC/LOU ROCCO) 
TAMARA BRAUN, EDEN RIEGEL, LYNNDA KAYE FERGUSON
ALL MY CHILDREN - Tamara Braun (Reese), Eden Riegel (Bianca) and Lynnda Kaye Ferguson (Minister) in a scene that airs the week of February 16, 2009 on ABC Daytime's "All My Children." "All My Children" airs Monday-Friday (1:00 p.m. - 2:00 p.m., ET) on the ABC Television Network. AMC09 (ABC/LOU ROCCO) TAMARA BRAUN, EDEN RIEGEL, LYNNDA KAYE FERGUSON

Amerika Legalkan Pernikahan Sejenis, Bagaimana Indonesia?

Jakarta, ICRP – Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat, Jumat (26/6/2015) waktu setempat melegalkan pernikahan sesama jenis di 50 negara bagian. Sebelumnya, dari 50 negara bagian yang ada di amerika serikat 36 diantaranya sudah mengakui pernikahan sejenis. 14 negara bagian lainnya, melarang.

Keputusan ini merupakan kemenangan bagi aktivis pasangan sejenis di Amerika Serikat. Selama ini mereka telah melakukan kampanye pernikahan sejenis. Kampanye tersebut semakin hari semakin mendapatkan dukungan dari publik Amerika, terutama dari kalangan pemuda. Hasil survey Pew Reasearch menunjukkan bahwa 57 persen warga Amerika mendukung pernikahan sejenis.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyambut baik keputusan ini, baginya keputusan ini adalah kemajuan terhadap kesataraan.

“Hari ini kita mengambil langkah besar di dalam perjuangan mencapai kesetaraan. Pasangan gay dan lesbian sekarang memiliki hak untuk menikah seperti siapa pun,” kicau Obama.

Namun, tidak sedikit pula hujatan dari kaum konservatif terkait keputusan ini. pendeta W. J. Rideout, pendeta senior di All God’s Peeople Church menyatakan keputusan ini adalah keputusan yang keji dan Amerika akan menderita karena keuputusan ini.

“Saya tidak membenci homoseksual. Saya tidak membenci lesbian. Saya benci dosa. Saya benci aktivitas itu. Jemaat kami pun ada yang lesbian. Ada homoseksual di gereja saya.” Tegas Rideout.

Hal yang senada juga datang dari capres kuat Partai Republik, Jeb Bush. Menurut kepercayaannya, Agama memercayai pernikahan tradisional. Mahkamah, menurutnya, harus membiarkan negara bagian yang memutuskan pernikahan tradisional ini.

“Keputusan ini adalah tirani yudisial tidak terkontrol yang tidak konstitusional,“ kata capres Mike Huckabee, mantan pendeta dan Gubernur Arkansas.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia ada beberapa lembaga yang memperjuangkan hak-hak pasangan sejenis. Namun hingga saat ini belum ada upaya secara konstitusional untuk melegalkan pernikahan sejenis seperti di Amerika Serikat.

Konstitusi di Indonesia tidak melarang hubungan pasangan sejenis. Jika pasangan sejenis dilakukan secara pribadi dan tidak bersifat komersial antara orang dewasa, maka pasangan tersebut tidak dapat dikriminalisasi. Kecuali khusus untuk daerah Aceh yang menerapkan hukum Islam yang dapat mengkriminalisasikan homoseksualitas.

Hukum di Indonesia juga tidak mengakui pernikahan sejenis, sekaligus tidak ada jaminan hukum warga negara Indonesia dari diskriminasi atau tindakan pecehan atas dasar orientasi seksual atau identitas gender.

Ahmad Nurcholish, Manager Program Studi Agama dan Perdamaian ICRP, menyatakan  bahwa cinta manusia berasal dari sesuatu yang tidak terbatas. Cinta dapat mengalir dalam diri siapapun dan tidak ada yang membatasinya.

“Oleh sebab itu, saya tidak punya hak untuk menilai bahwa pernikahan sejenis sebagai sesuatu yang menyimpang” tegasnya.

Terkait keputusan MA Amerika Serikat yang melegalkan pernikahan sejenis, Nurcholish menyatakan, setiap negara mempunyai kebijakan sendiri-sendiri yang otonom.

“Saya menghormati kebijakan Amerika Serikat sebagaimana saya menghormati pilihan orang lain untuk menikah dengan orang yang sejenis” ungkapnya.

Jika dalam konteks Indonesia, menurut pria yang melakukan advokasi pernikahan beda agama ini menilai belum memungkinkan untuk dilegalkan pernikahan sejenis. Alasannya, kultur dan pandangan agama-agama di Indonesia belum ramah pada pernikahan sejenis.

“Namun demikian bagi saya tak patut juga untuk mengatakan kepada mereka yang menikah sejenis sebagai orang yang sakit jiwa atau menyimpang” pungkas Ahmad Nurcholish.

3.757 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

one × two =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>