ISIS (karikatur)

Ramadhan Kian Brutal, Ulil : ISIS ikuti Sunnah Rasul

Kebrutalan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) memang sudah tidak bisa diragukan. Bahkan pada bulan yang dianggap penuh hikmah ini pun, ISIS tetap melancarkan kekerasan yang tidak terperikan di kawasan-kawasan yang telah mereka kuasai.

Banyak para ulama baik di tanah air maupun mancanegara mengutuk kebrutalan yang dilakukan kelompok ekstrimis pimpinan khalifah Albaghdadi ini. Dalam pandangan mereka ISIS tidak merepresentasikan sama sekali Islam.

Namun, apakah ISIS sama sekali tidak merepresentasikan Islam?

Beberapa cuitan dari ketua umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Ulil Abshar Abdalla pada pagi (7/7) di akun (@ulil) cukup memberikan perspektif berbeda dari ulama pada umumnya menyoal  ISIS.

Menurut menantu Gus Mus ini umat Islam tidak boleh secara gegabah mengatakan ISIS tidak menwakili  Islam. “Hanya karena kita jijik melihat brutalitas ISIS, tak boleh kita beranggapan bhw mereka bukan bagian dari umat Islam juga,” tulis Ulil pada media sosial dengan maksimal 140 karakter ini.

Ulil mencontohkan kekeliruan berpikir umat Islam melihat keganasan ISIS. “ISIS dan afilisiasinya di berbagai negara seperti Boko Haram sengaja meningkatkan serangan di bulan puasa. Banyak yg memandang ini aneh… Bukankah bulan puasa mestinya menjadi bulan damai untuk melaksanakan ibadah puasa? Kenapa justru kekerasan ISIS meningkat di bulan ini?” tanya Ulil memancing rasa penasaran pada sekitar 478 ribuan pengikutnya.

Kebanyakan umat Islam merasa aneh dengan ini, namun kata Ulil, justru ISIS memiliki pembenaran dalam meningkatkan kebrutalan mereka pada Ramadhan. Argumennya justru, ujar Ulil, berdasar dari sejarah Islam sendiri. “Jawabannya: ini semua tidak aneh. Sbb ISIS mau meniru Rasul. Kita tahu, perang Badar yg terkenal itu terjadi di bulan Ramadan, tahun ke-2 H,” tulis sosok controversial ini menyanggah asumsi banyak orang.

“Dalam cara pandang ISIS, bulan puasa tak menghentikan mereka u/ melakukan operasi militer. Justru harus ditingkatkan. Mengikuti sunnah Nabi,” sambung Ulil berusaha memahami cara pikir para pengikut ISIS.

Tanpa bermaksud menyetujui keganasan ISIS, Ulil menduga bahwa justu ISIS tengah berusaha mengimplementasikan ajaran Nabi Muhammad secara konsisten. “Kita boleh tak setuju dg pandangan keagamaan pengikut ISIS, ttp mereka mencoba menerapkan ajaran Nabi scr konsisten,” cuit juru bicara Demokrat ini.

Kekerasan dalam agama Islam sebagaimana yang dilakukan oleh ISIS, dalam pandangan Ulil tidak bisa dilepaskan dari tafsiran terhadap teks-teks klasik. Ada cara tafsiran terhadap teks, ungkap Ulil yang memungkinkan seseorang menjadi pro terhadap kekerasan. “Dalam Islam memang banyak teks yg bisa dipakai oleh orang2 ISIS untuk membenarkan tindakan mereka,” tutupnya menyudahi perbincangan mengenai tema ISIS pagi ini.

2.630 views

One comment

  1. Ulil membawa pemahaman bahwa sunnah rosul itu berperang. Sebuah pemaknaan yg dangkal sekali. Aku sangat heran dengan pernyataan org sebodoh ini. Tanya pemulung saja mengerti bedanya antar perang badar dengan isis. Konsep yg pas saya kira, isis itu salah karena takfiri dan khawarij. Sementara itu icrp kelompok orng muktazilah. Alangkah bagusnya bila Isis ataupun khawarij memerangi org-org semacam icrp ini. Jadi kami tinggal duduk manis dan melihat anda berdua hancur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

five × 5 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>