Perwakilan masyarakat Baduy dalam (menggunakan ikat kepala putih) saat menunggu dimulainya upacara peringatan detik-detik proklamasi Republik Indonesia, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2015). sumber: kompas.com
Perwakilan masyarakat Baduy dalam (menggunakan ikat kepala putih) saat menunggu dimulainya upacara peringatan detik-detik proklamasi Republik Indonesia, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2015). sumber: kompas.com

Upacara di Istana, Warga Badui Minta Agamanya Dicantumkan di KTP

Jakarta, ICRP – Setelah berjalan selama tiga hari tanpa alas kaki, warga Badui akhirnya bisa mengikuti upacara kemerdekaan RI di Istana Negara. Rombongan perwakilan masyarakat Badui itu dipimpin oleh Wakil Jaro Tangkir Desa Cibeo, Badui dalam, Mursyid. Mereka meminta kepada Presiden Jokowi untuk memberikan kebijakan khusus kepada masyarakat Badui di antaranya mencantumkan agama Sunda Wiwitan ke dalam KTP.
Mursyid menyatakan, hasil musyawarah warga Badui berharap pemerintah memberikan kebijakan khusus dan memberikan pengakuan yang nyata. Mereka meminta jaminan kesehatan, kesejahteraan dan pemberian identitas resmi terkait agama mereka. Mereka sangat berharap pesan mereka bisa diterima dan direspons positif oleh presiden Jokowi.

Mursyid datang bersama empat rekannya tiba di Jakarta pada Minggu (16/8/2015). Mereka kemudian menginap di wilayah Senen, Jakarta Pusat. Mereka telah tiba di Istana Merdeka Senin (17/8/2015) pukul 06.00 WIB meskipun upacara dimulai pukul 10.00 WIB.

Mereka mengaku senang bisa mengikuti upacara kemerdekaan RI di Istana Merdeka tersebut.

1.709 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seven + 6 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>