Hummus

Dari Makanan Yahudi dan Muslim Promosikan Damai

Hubungan antara muslim dan yahudi kerapkali dipenuhi prasangka. Ketegangan antara Israel dan Palestina mewarnai hubungan antara kedua agama bersaudara ini. Konflik Israel-Palestina diduga menjadi penghalang serius untuk menghangatkan kembali hubungan antara muslim dan yahudi. Padahal, tentu saja urusan politik lebih menjadi persoalan yang harus diselesaikan daripada pergulatan iman ketika menyoal Palestina dan Israel.

Nah, bicara dialog antara Islam dan Yahudi, mungkin ada baiknya dimulai dari makanan. Ya, sejumlah 15 aktivis muslim dan Yahudi akan tour selama sehari penuh dari mulai  Maryland, Washington D.C., hingga Virgnia dalam upaya rekonsiliasi. Dalam acara tur “rekonsiliasi” itu, para aktivis menggunakan suguhan makanan sebagai simbol perdamaian dan rekonsiliasi antara muslim dan Yahudi.

Ada pun makanan yang dijadikan suguhan adalah hummus. Humus merupakan hidangan khas dari kuliner di Timur Tengah.  Dengan saling berbagi hummus buatan rumah dan roti pita, para aktivis berharap mampu menebarkan pesan bahwa muslim dan yahudi menolak menjadi musuh bagi satu sama lain.

Para aktivis akan membagikan hummus dan roti pita kepada orang-orang yang mereka temui selama sehari penuh. Kemudian, mereka akan meminta publik untuk menandatangani sebuah janji bernama”Berdiri untuk Janji bagi Yang Lain,” yang dibuat Dr. Ali Chaudry, Presiden Islamic Society of Basking Ridge, New Jersey.

Ada pun isi janji itu adalah : “Ketika berinteraksi dengan anggota dari komunitas etnis atau keyakinan saya, atau dengan  yang lain, jika saya mendengar komentar kebencian dari siapapun mengenai anggota dari komunitas lain, Saya berjanji akan berdiri untuk yang lain dan menentang fanatisme dalam bentuk apapun,”

Acara “tur bus berbagi Hummus untuk tak membenci” tahunan kedua kali ini merupakan proyek kerjasama dua pada non profit di New York yakni Foudantion for Ethnic Understanding (FFU) dan the Greater Washington Muslim-Jewsih Forum. Acara ini merupakan bagian dari acara sebulan penuh bertajuk “Musim Kembar” yang diinisiasi FFEU untuk mempromosikan acara-acara Muslim dan Yahudi di seluruh dunia.

Kampanye ini dimulai dari tahun 2014 sebagai respon dari serangkaian iklan-iklan anti muslim yang muncul selama beberapa bulan di bus-bus di Washington D.C. dan New York City. Iklan-iklan yang bernada “menyerang” digelorakan oleh American Freedom Defense Initiative, sebuah grup yang dipimpin oleh Pamela Geller. Aksi “menyerang” itu akhirnya diputuskan sebagai tindakan inkonstitusional oleh Mahkamah Federal pada Agustus 2015.

 

 

1.439 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

three × four =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>