Pernyataan Sikap ICRP Terhadap Perusakan Tempat Ibadah Di Tanjung Balai

Menyikapi kerusuhan bernuansa SARA yang menyebabkan sejumlah vihara dan kelenteng terbakar, Jumat (29/7) malam, di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) mengecam tindakan kekerasan tersebut. Apapun alasannya, seharusnya bisa diselesaikan dengan jalur dialog yang damai.

Ketua Umum ICRP, Ulil Abshar Abdalla meminta pemerintah untuk segera menindak tegas pelaku kerusuhan tersebut dan segera melakukan upaya mediasi ke pihak-pihak yang berkonflik.

“Pemerintah harus memberikan jaminan keamanan masyarakat Tanjung Balai, jangan sampai ada kerusuhan susulan. Upaya-upaya mediasi dan rekonsiliasi harus segera dilakukan melalui komunikasi intensif antar lembaga keagamaan” ungkap Ulil.

Menyikapi hal tersebut, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Pemerintah harus segera memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat Tanjung Balai. Meminimalisir potensi konflik lanjutan dengan menerjunkan aparat keamanan ke lokasi konflik yang saat ini masih mencekam.
  2. Mendorong pemerintah dan aparat keamanan untuk segera menindak pelaku dan aktor yang melakukan penghasutan serta memobilisasi massa perusakan rumah ibadah di Tanjung Balai. Hal tersebut merupakan tindakan kriminal yang harus segera diadili sesuai hukum.
  3. Mendorong langkah konkret majelis-majelis agama lokal untuk segera mengambil inisiasi mediasi dan upaya perdamaian. Peran strategis majelis-majelis agama lokal diperlukan untuk mewujudkan perdamaian dan mencegah umat bertindak anarkis serta main hakim sendiri.
  4. Menghimbau kepada seluruh masyarakat dan masyarakat Tanjung Balai pada khususnya, untuk tidak terprovokasi dengan hasutan-hasutan dan adu domba. Sebagai bangsa yang majemuk, selayaknya kita hidup berdampingan dengan mengedepankan dialog dan toleransi beragama. Karena segala bentuk tindakan kekerasan tidak dibenarkan dalam semua ajaran agama.
  5. Menghimbau ke media massa untuk memberitakan fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan dan tidak menyebarkan berita provokatif yang tidak berorientasi perdamaian.

Semoga misi perdamaian, misi suci agama-agama, masih menjadi spirit kita semua dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri tercinta ini.

Jakarta, 30 Juli 2016

Mengetahui,

Ulil Abshar Abdalla

Ketua Umum ICRP

957 views

One comment

  1. sikap yang anggat cepat dari ICRP namun kurang tepat dan sungguh sanggat tendensius serta hipokrit jika diabandingkan dengan kasus yang lainnya misalnya kenapa Icrp bea sikapnya contoh gamblang adalah bagaiman sikap dari ICRP pada kasua tanjung balai dan kasus singkil namun sangat berbeda dalam kasus tolikara, jadi wajar kalau kami mempertanyakan sikap dari ICRP ini, diman kebanyakan Anggota dari ICRP ini adalah dari kalangan JIL jadi wajar saja sikapnya kurang simpati kalau kepada kaum muslimin, memang benar kasu di tnjung balai ini adalah kriminal kalau kriminal hukumnya ya kriminal jangan disangkukan dengan agama,?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

one × 1 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>