Rasul Berislam yang Lapang, Mengapa Umatnya Kok….?

Jelang maghrib. Seorang alumni Gontor menyapaku via japri. Kemudian, ia  ngirim tayangan video. Segera saya buka. Menakubkan isinya. Sebuah gereja di Scotlandia membuka diri dan dwifungsi. Sebagai gereja dan masjid. Lonceng panggilan & penanda ibadah Kristiani dan azan silih berganti. Bukan hanya sekali waktu lho! 5 x waktu shalat. Seperti biasa ada kontraversi di jamaah Kristianinya. Namun, mayoritas mendukung langkah sang pendeta. Sebuah sikap kekristianian yang dewasa dan lapang hati. Kerrreeen top.

Tak lama, seorang alumni dari ujung pulau Sumatra  menyapaku via japri. “Syeikh, para senior ma’had kok bisa setegang itu ya. Ini kan perkara politik?!”, ia membuka diskusi. Nampaknya ia merespon cuitan emosional seorang profesor di WAG alumni Gontor. “Ya, begitulah. Tidak semua orang Gontor punya kedewasaan beragama dan keislaman yang lapang”, jawabku.

Terkait sikap keberagamaan, juga keislaman, saya percaya, silent majority umat beragama, dan umat Islam cinta damai, harmonis dan penikmat hidup dalam kebhinekaan. Berislam yang lapang, nyantai, full of tabassum, wajah cerah dan mampu bersinergi dalam urusan sosio-ekonomi-politik. Hanya seupil saja yang ngasong ekstrimisme, radikalisme dan nyupport terorisme.

Serius, amatan saya bukan perkara iman. Perkara dan motif politic as usual. Coba Ahok melembut dan nego2 sesuatu. Pasti bergeser posisi duduknya. Saya kenal kok karakter para tokoh agama, politisi dan tokoh ormas keislaman kita. Hiks hiks hiks. Gak ada zuhudnya. Para  pengepul harta.

Terkait video di atas, saya ingat kisah Rasulullah. 60 pendeta Najran datang ke Madinah. Nantang debat teologi. Trinitas atau tauhidkah yang benar?Beritanya 3 hari 2 malam adu nalar dan jual beli dalil berlangsung antara Rasul dan para pendeta. Yang menarik, saat mereka ijin ibadah, Rasul menyilahkan mereka lakukan di dalam masjid. Kerrrrrren top Rasulku. Nampaknya spirit kenabian itu yang dicopypaste pendeta di Scotlandia itu.

Sedihnya, sikap kenabian itu sirna dalam diri umat Islam. Serombongan ormas, politisi, kuyaha dan asatidz  kini bergairah menjual keberislaman yang ekstrim, wajah kecut, memprovokasi kekejian dan kekejaman. Reinkarnasi nafsu al ammarah bi al suu’ Abu Bakar al-Baghdadi merasuki jiwanya. Naudzubillah.

985 views

One comment

  1. Kasuitis dijadikan pembenaran. kalau maslah demikian islam tidak usah diajari malsah kelapangan dan toleransi karena jelas aarannya, namun jangan sangkut pautkan urusan penistaan ahok dengan urusan politik ini bukan urusan politik tapi penisataan yang dilakukannya, namun yang menjadi peratnyaan kami apakah semua yang melaporkan dan menuntut ahok itu adalah kaum yang menjual kberisalamannya maka saya katakan disini kalau anda salah.

    sungguh penulis diatas sudah menunjukkan ketidak kosistenan dengan pendapat dia sendiri diamana ternyat apenulislah yang sejatinya kena dengan judul tulisannnya sendiri “Rosul berhhati lapang, mengapa umatnya kok…?” dan ternyata penuli juga tidak lapang hatinya bahkan malah kurang ajar kepada para ulama padahal ulama adalah pewaris para Nabi sesuai dengan hadits yang disampaikan oleh Rosulullah SAW, sekedar menginggatkan saja janggan kurang ajar dengan para ulama inggat ada pepatah mengatakan “daging para ulam itu beracun”!

Leave a Reply to sani Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 × 3 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>