Ola Sita Inawae
Ola Sita Inawae

Ola Sita Inawae

“Perempuan Berjalan tanpa batas, perempuan berjalan sambil membuat jalan”

Film dokudrama produksi Yayasan PEKKA(Perempuan Kepala Keluarga) ini adalah potret perjuangan perempuan kepala keluarga di Adonara, Flores Timur, NTT untuk melanjutkan hidup di tengah keterbatasan mereka. Adonara dan perempuan lamaholot dipilih sebagai lokasi pembuatan film karena tempat ini adalah awal PEKKA didirikan pada tahun 2002. Perempuan menjadi kepala keluarga karena berbagai sebab yakni suami meninggal, cerai, suami menikah lagi, merantau, berhalangan tetap(sakit menahun, cacat dan tua), perempuan lajang yang memiliki tanggungan dan perempuan yang memiliki anak tanpa menikah.

Didukung oleh ‘Biru Terong Inisiatif’ dan MAMPU(Maju Perempuan Indonesia untuk penaggulangan Kemiskinan)– program bersama pemerintah Indonesia dan Australia, film ini berhasil selesai dalam waktu 1 tahun. Film tersebut diputar di Pusat Perfilman Usmar Ismail Kuningan Jakarta pada 1 November 2016.

Nani Zulminarni, koordinator Nasional PEKKA dalam dialog usai pemutaran film menyampaikan bahwa film ini dibuat untuk dokumentasi  karya PEKKA yang diwakili oleh PEKKA Adonara. Segi yang dimunculkan adalah perubahan dan capaian perempuan disana. Pengalaman perempuan yang berjuang sangat berat, mereka mengalami kesedihan mendalam bagaimana berjuang untuk keluarga tanpa suami. Tapi segi emosional sengaja tidak dimunculkan di film ini sebaliknya bagaimana upaya PEKKA Adonara untuk bangkit dan maju. Film ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk gerakan PEKKA di daerah lain.

Salah satu kemajuan yang dicapai PEKKA Adonara adalah dapat melahirkan 3 perempuan kepala desa. Petronela Peni, sosok wanita paruh baya adalah kepala desa perempuan pertama di kabupaten Flores Timur NTT. Nela demikian panggilan singkatnya adalah kader PEKKA dari Pulau Adonara yang terpilih sebagai Kepala Desa Nisanulan pada tahun 2007-2011. Nela menjadi kepala kelurga karena suaminya tewas dalam sengketa tanah di daerahnya. Dalam pimpinan Nela, banyak kemajuan dapat dicapai antara lain masuknya listrik ke desa, pembangunan jalan dan gedung pertemuan, Puskesmas, ketahanan pangan dengan lumbung pangan dan kebun serta menegosiasi beban adat untuk upacara kematian.

PEKKA Adonara lahir atas kerja keras seorang perempuan Lembata yang mengabdikan hidupnya untuk mendampingi perempuan kepala keluarga. Perempuan tersebut bernama Bernadette Deram(Dette), dalam dampingannya Serikat Pekka NTT mampu mencapai 2500 anggota dan menjangkau Kabupaten Flores Timur dan Lembata.

Dette berharap film ini dapat memberi informasi kepada masyarakat luas tentang aktivitasnya selama ini terutama gerakan PEKKA. Awalnya Dette sempat menolak saat perencanaan pembuatan film tetapi ia akhirnya menyetujui program pembuatan film tersebut. Dette dan PEKKA NTT bertekad akan terus berjuang sampai batas manapun dan membuka jalan seperti arti Film ini Perempuan berjalan tanpa batas. Berjalan sambil membuat jalan.

 

361 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

thirteen − 5 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>