Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando saat memenuhi panggilan polisi di Mapolda Metro Jaya pada Kamis (23/6/2016). Sumber: kompas.com
Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando saat memenuhi panggilan polisi di Mapolda Metro Jaya pada Kamis (23/6/2016). Sumber: kompas.com

Ade Armando Tidak Terbukti Melakukan Penodaan Agama, Polisi Hentikan Penyidikan

Jakarta – Polda Metro Jaya akhirnya menghentikan kasus penyidikan terhadap dosen FISIP Universitas Indonesia, Ade Armando. Ade tidak terbukti melakukan penodaan agama.

Ade terjerat kasus dugaan penodaan agama lantaran salah satu cuitannya di akun Twitter pribadinya, dua tahun lalu. Ade dilaporkan oleh seseorang bernama Johan Kahn. Kahn mempermasalahkan cuitan Ade pada Mei 2015 yang berbunyi: ‘Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues’.

Ade sempat menjadi tersangka dalam kasus penodaan agama yang dilaporkan oleh Johan Kahn. Ade kemudian ditetapkan menjadi tersangka pada 25 Januari 2017 lalu. Selama menjadi tersangka, Ade satu kali dipanggil oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, untuk diperiksa, yakni pada tanggal 30 Januari 2017.

Beberapa minggu setelah pemeriksaan itu, Polda menerbitkan SP3 bagi kasus Ade. Hal ini otomatis menggugurkan status tersangka yang sebelumnya didapat Ade. “Pengugat (Johan Kahn) juga sudah dikirim suratnya (oleh Polda) bahwa kasusnya sudah dihentikan,” kata Ade.

“Dengan dikeluarkannya SP3 itu berarti saya dianggap tidak melakukan pelanggaran pidana menodai agama,” tulis Ade dalam laman Facebook pribadinya, Senin, 20 Februari 2017. (Tempo)

195 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 × 1 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>